Recent Post

Iklan

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 27 April 2010

2010 PT POS Genjot Bisnis Jasa Keuangan

PT POS Indonesia berencana menggenjot porsi bisnis jasa keuangan smbil mengurangi porsi jasa pengiriman dalam mengejar target laba bersih sebesar Rp 90 miliar di tahun 2010.
Menurut Direktur Utama perseroan I Ketut Mardjana, sampai oktober 2009 labah bersih perseroan sudah mencapai Rp 40 miliar, dari akhir target tahun Rp 60 miliar.
“Di RKAP kita tahun 2010 laba bersihnya Rp 90 miliar, tapi itu belum disahkan pemerintah,” katanya usai raker bersama Komisi XI DPR di gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, kamis (26/11).
Sekedar informasi, hingga tahun 2008 lalu, perusahaan pelat merah itu masih mengalami kerugian sebesar Rp 40 miliar. Ia mengatakan, saat ini porsi bisnis jasa keuangan masih sebesar 30 persen, akan ditingkatkan menjadi 35 persen.
“Jasa keuangan meliputi layanan pembayaran micro payment seperti listrik, air, telepon, tagihan KPR. Kita akan tingkatkan layanan teknologi untuk memberikan kemudahan dalam pembayaran,” katanya.
Sementara bisnis jasa logistic saat ini hanya 5,5 persen akan dinaikkan menjadi 7-8 persen. Peningkatan jasa pengiriman barang ini dilakukan melalui kerjasama dengan perusahaan penerbangan.
Sedangkan jasa pengiriman surat, saat ini masih menjadi porsi mayoritas sebanyak 57 persen akan diturunkan dijadikan 50 persen saja.
“Seperti admail (surat beriklan), pengiriman barang cetakan, dan pengiriman surat bisnis seperti surat tagihan pembayaran telepon seluler, surat tagihan kartu kredit, dan pengiriman surat-surat resmi dari sejumlah departeman, dan lembaga pemerintah,” jelasnya,
Tahun depan, BUMN logistic itu akan menganggarkan belanja modal alias capital expenditure (capex) sebesar Rp 500-600 miliar. Sedangkan capex tahun ini kurang dari Rp 100 miliar saja.
Ia mengatakan, sumber dana capex tersebut sebagian akan di ambil dari dana internal, sedangkan sebagian lagi dari pinjaman. Perseroan sudah menjajaki beberapa bank untuk rencana tersebut. “sudah ada (bank), tapi belum bisa saya sebutkan. Pokoknya perbankan tertarik membiayai PT POS karena kita tidak punya hutang,” ujarnya.

0 komentar: