Recent Post

Iklan

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Selasa, 27 April 2010

ASING BISA JAJAH INDONESIA MELALUI KONSTRUKSI

Negara asing dinilai bias “menjajah” kembali Indonesia melalui sector konstruksi,jika negeri ini tidak segera berbenah dan mengantipasi pengembangan sector ini melalui peta dan arah kebijakan konstruksi hingga puluhan tahun ke depan.
Dalam konteks global, sector ini bias jadi pintu masuk bagi asing untuk menjajah Indonesia kembali, jika Indonesia tak segera bersikap dan membenahi diri, kata pakar konstruksi Sunyoto Usman dalam forum diskusi transformasi konstruksi di Jakarta, senin. Menurut dia, sector ini signifikan dalam penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Sementara itu, secara global dunia sudah berubah. Jika Indonesia segera bersikap, bias menjadi korban “transnasional practice”. Untuk bertahan Indonesia tak hanya mengandalkan swasta dan pemerintah saja, tetapi tradisi local juga harus diperhitungkan karena sejarah membuktikan, Indonesia punya Borobudur dan prambanan,katanya.
Tidak hanya itu, kata Presiden Direktur Wiratman & Associetes Multidiciplinary Consultans, Wiratman Wangsadinata, pelaku usaha jasa konstruksi local dalam negeri hendaknya diberi kesempatan utama dalam setiap proyek-proyek konstruksi di dalam negeri.Harus ada regulasi yang membuat mereka merasa setara. Jangan seperti sekarang karena penerima tugas merasa lebih rendah ketimbang pemberi tugas.
Sementara itu kepala Bidang Usaha Pusat Pembinaan Usaha Konstruksi , Badan Pembinaan Konstruksi dan Sumber Daya Manusia (BKSDM), Kementrian Pekerjaan Umum, Rachman Arief Diena Putra mengatakan masuknya pelaku jasa konstruksi asing ke dalam negeri tidak bias dihindari.
Ia memberikan contoh, pelaku konstruksi dalam negeri bisa bersinergi dengan pelaku asing, seperti yang telah dilakukan dengan pelaku jasa konstruksi asal China.
Namun arief mengharapkan kerjasama jasa konstruksi dengan asing tidak hanya terjadi terhadap proyek-proyek konstruksi yang ada di dalam negeri, namun di harapkan bisa berlanjut dan bersinergi ke proyek-proyek di Negara-negara lain di luar Indonesia.”Bagaimana kerjasama itu bisa membawa kerjasama kontraktor ke dunia ketiga,” katanya.
Pakar konstruksi UGM Mudrajad Kuncoro menambahkan sector konstruksi menempati posisi ke-5 dalam pembagian sector ekonomi pada tahun 2005. Sector ini telah berkontribusi 7-8 persen terhadap PDB.Sedangkan semenjak tahun 2007 hingga saat ini, sector konstruksi justru menempati posisi ke-6 dengan kontribusi terhadap PDB sebesar 7-10 persen.
Mudrajad menambahkan, Indonesia masih relative masih cukup bagus di bandingkan dengan Negara-negara lainnya terutama pada saat krisis lalu. Pasalnya,proyek-proyek infrastsuktur yang melibatkan pelaku konstruksi masuh berjalan.menariknya, di tengah krisis kita masih membangun jembatan dan lainnya.demikian Mudrajad.

0 komentar: