Recent Post

Iklan

Ada kesalahan di dalam gadget ini

Sabtu, 22 Oktober 2011

E-Money atau E-Banking

PENGERTIAN


Dalam salah satu laporan yang diterbitkan oleh Bank for Internatioanl Settlement (BIS) pada bulanOktober 19962, e-money didefinisikan sebagai produk stored-value atau prepaid dimana sejumlahnilai uang (monetary value) disimpan secara elektronis dalam suatu peralatan elektronis yang dimilikiseseorang. ‘Nilai elektronis ini dapat diperoleh seseorang dengan menukarkan sejumlah uang tunaiatau dengan pendebitan rekeningnya di bank untuk kemudian disimpan dalam peralatan elektronismiliknya. Dengan peralatan tersebut, pemiliknya dapat melakukan pembayaran atau menerimapembayaran, dimana nilainya akan berkurang pada saat digunakan untuk melakukan pembayaranatau bertambah jika menerima pembayaran atau pada saat pengisian kembali. E-money dimaksudkanuntuk berbagai keperluan pembayaran (multi purpose), berbeda dengan kebanyakan single-prepaid card yang hanya dapat digunakan untuk keperluan tertentu seperti kartu telepon.

Dilihat dari media yang digunakan, secara umum ada dua tipe produk e-money yaitu :

a. Prepaid Card, sering disebut juga electronic purses, dengan karakteristik sebagaiberikut ‘Nilaielektronis disimpan dalam suatu chip (integrated circuit) yangtertanam pada kartu.

Mekanisme pemindahan dana dilakukan dengan meng-insert kartu ke suatu alattertentu (card reader).

b. Prepaid software, sering disebut juga digital cash, dengan karakteristik sebagai

berikut :

‘Nilai elektronisdisimpan dalam suatu hard disk yang terdapat dalam

Personal Computer (PC).

Mekanisme pemindahan dana dilakukan melalui suatu jaringan komunikasi seperti Internet, pada saat melakukan pembayaran.

Secara umum, mekanisme penggunaan e-money yang berbasis kartu, dapat dilihat padailustrasi sebagai berikut :

Penjelasan :

(1) “A melakukan pembelian kartu e-money sejumlah nilai yang diinginkan denganmenginstruksikan bank untuk mendebit rekeningnya atas pembelian e-money tersebut.

(2) Atas dasar instruksi tersebut, bank kemudian mendebit rekening “A dan meng-kreditrekening penampungan dan bersamaan dengan itu memasukkan ‘electronic value’kedalam kartu e-money untuk diserahkan kepada “A”.

(3) “Akemudian melakukan transaksi dengan “B dengan menggunakan kartu e- moneymiliknya. Atas transaksi tersebut, ‘electronic value akan berpindah dari kartu e-money milik “A ke kartu e-money milik “B melalui peralatan card reader. Dalambeberapa kasus, “B dimungkinkan untuk kemudian menggunakan ‘electronic value’yang diperolehnya dari “A untuk melakukan transaksi dengan pihak ketiga “C”.Namun dalam kasus lain, e-money hanya dapat digunakan untuk melakukanpembayaran dari pemegang e-money ke merchant, dimana merchant tersebut

kemudian hanya dapat menyetorkan ‘electronic value nya ke bank (lihat penjelasanpada angka IV.4).

(4) “Batau “Ckemudian sewaktu-waktu dapat melakukan ‘penyetoranatas

‘electronic value yang ada di kartu e-money miliknya untuk untung rekeningnya dibank.

(5) Atas penyetoran tersebut bank kemudian melakukan verifikasi, kemudian mengkreditrekening “B atau “C dan mendebit rekening penampungan.


Pada ilustrasi di atas, semua pihak yang terlibat dalam transaksi (A, B dan C) adalah nasabah padabank yang sama yang menerbitkan e-money. Dalam beberapa kasus penggunaan e-money bisasaja melibatkan beberapa pihak yang merupakan nasabah pada bank yang berbeda. Untuk kasusseperti ini tentunya diperlukan mekanisme kliring untuk penyelesaian transaksi antar bank.Penggunaane-money diperkirakan akan memberikan keuntungan/kelebihan dibandingkan dengan menggunakanuang tunai maupun alat pembayaran non-tunai lainnya, antara lain : Penggunaan e-money lebih nyamandibandingkan uang tunai, khususnya untuk transaksi-transaksi yang bernilai kecil, seperti :
  1. Nasabah tidak perlu mempunyai sejumlah uang pas untuk suatu transaksi atau harus menyimpanuang kembalian.Kesalahan dalam menghitung uang kembalian dari suatu transaksi dapat dikurangi.
  2. Nasabah dapat melakukan isi ulang ‘electronic value kedalam kartu e-money dari rumah melaluisaluran telepon, sehingga mereka tidak perlu mengambil tambahan uang tunai melalui ATM.
  3. Waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan suatu transaksi dengan e- money jauh lebih singkatdibandingkan transaksi dengan kartu kredit atau kartu debit, karena tidak memerlukan otorisasion-line, tanda tangan maupun PIN.
BERBAGAI ASPEK DALAM PENGEMBANGAN E-MONEY

Pengembangan e-money di berbagai negara dilakukan dengan pola yang sangat bervariasi.Perbedaan tersebut dapat dilihat dari berbagai aspek antara lain :

1. Implementasi teknis

Dari aspek implementasi teknis, produk e-money dapat dibedakan atas :

a. Card-based product, dimana nilai elektronis disimpan dalam media IC(integrated circuit) yang tertanam dalam kartu.

b. Software-based product , dimana nilai elektronis disimpan dalam bentuksoftware yang terdapat pada personal computer (PC).

2. Jangkauan penggunaan

Dilihat dari jangkauan penggunaannya, e-money dapat dibedakan antara :

a. Sistem Tertutup

Pada sistem tertutup, jangkauan penggunaan e-money sangat terbatas danhanya berlaku pada lokasi tertentu seperti kampus atau kota tertentu. Padasistem ini penerbit dan pedagang adalah pihak yang sama.

b. Sistem Terbuka.

Pada sistem terbuka, jangkauan penggunaan lebih luas, dimana penerbit danpedagang tidak harus merupakan pihak yang sama.

Mekanisme pemindahan dana

Mekanisme pemindahan dana pada e-money ada yang dapat dilakukan secara langsung antarpemegang e-money. Namun ada pula e-money yang hanya dapat digunakan untuk pembayaran kemerchant. Merchant tersebut selanjutnya sewaktu-waktu dapat mentransfer total nilai yang terekamdalam peralatannya untuk dikredit ke rekeningnya di bank.Selain itu, dalam hal mekanismepemindahan dana, e-money dapat dibedakan atas :

a. Sistem off-line

Pada sistem off-line , informasi dibaca secara elektronis pada magnetic stripeatau micro chip. Dalam sistem off-line ini, pada umumnya, e-moneymengandung semua informasi penting untuk mengidentifikasi kartu dan nilai(saldo). Dengan kata lain, pada sistem off-line tidak perlu melakukanhubungan terlebih dahulu dengan lembaga keuangan atau pusat data baseuntuk proses otorisasi transaksi.

b. Sistem on-line

Dilain pihak, sistem on-line menggunakan sandi pada kartu untukmengidentifikasi nilai yang ada di dalam kartu ke dalam pusat data base. Nilaiyang disimpan dipelihara dalam suatu pusat data base. Terminal penerimakartu dan pusat data base tersebut saling berhubungan. Apabila kartu dipakaiuntuk melakukan pembayaran atau penambahan sejumlah nilai, data baseakan melakukan penyesuaian.


Pencatata
n data transaksi

Sehubunga
n dengan mekanisme pemindahan dana, pada umumnya data transaksi yang terjadi antaracustomer dan pedagang tercatat pada suatu pusat database, sehingga dapat dimonitor. Namundemikian ada yang hanya melakukan pencatatan data transaksi individual yang sangat terbatas atautidak sama sekali. Jika suatu desain e-money dapat digunakan untuk melakukan transaksi secaralangsung antar pemegang kartu (atau antar PC), maka data transaksi tersebut hanya tercatat padakartu/PC pemilik e-money tersebut saja, sehingga hanya dapat dimonitor apabila pemilik e-moneytersebut melakukan kontak dengan pusat pengelola data base (misalnya, pada saat pemilik e-money melakukan pengisian kembali sejumlah nilai pada peralatannya).

FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PENGEMBANGAN E- MONEY

Pengembangan e-money tergantung pada insentif yang akan diperoleh berbagai pihak yang terkaitseperti penerbit, customer (pengguna) maupun merchant (pedagang).

1. Penerbit

Bagi penerbit potensi keuntungan yang dapat diperoleh dalam menerbitkan e-money antara lain :

a. Pendapatan atas fee yang dikenakan kepada customer dan pedagang;

b. Pendapatan atas investasi yang diperoleh dari outstanding dana yang terhimpun;

c. Efisiensi atas berkurangnya biaya pengelolaan kas, dalam hal penerbit e-money adalah bank.

2. Customer

Bagi customer, keinginan untuk menggunakan e-money dipengaruhi oleh beberapahal seperti :

a. Besarnya fee yang harus dibayar dibanding dengan instrumen pembayaran

lainnya;

b. Privasi dan tingkat keamanan e-money;

c. Kemudahan pemakaiannya;

d. Luas tidaknya penerimaan oleh pedagang.

3. Merchant

Bagi merchant, keinginan untuk menerima pembayaran dalam bentuk e-money,dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti :

a. Besarnya fee yang dikenakan oleh penerbit atau operator;

b. Biaya pengadaan peralatan;

c. Efisiensi atas berkurangnya biaya pengelolaan kas.


ISSUE-ISSUE DALAM PENGEMBANGAN E-MONEY


1. Kebijakan Moneter


Pengembangan e-money berpotensi untuk menimbulkan dampak terhadap permintaan monetary aggregat serta formulasi kebijakan moneter3. E-money dapat menyebabkan meningkatnya velocityof money yang secara temporer dapat mengurangi efektivitas penggunaan monetary aggregat,khususnya M1, bagi bank sentral yang menggunakannya sebagai target atau indikator ekonomi.Dampak e- money terhadap kebijakan moneter bank sentral dapat dilihat dari sisi permintaan(demand) dan penawaran (supply). Dari sisi permintaan, dampak e-money terhadap implementasikebijakan moneter tergantung sejauh mana dampaknya terhadap reserve bank-bank di banksentral. Jika penggunaan e-money merupakan substitusi terhadap simpanan masyarakat(tabungan/deposito) di bank, maka pengurangan yang cukup signifikan terhadap jumlah simpananmasyarakat tersebut pada akhirnya dapat mengurangi reserve bank-bank di bank sentral yangselama ini ditetapkan berdasarkan persentase tertentu dari kewajiban bank terhadap pihak ketiga.Pengurangan reserve yang cukup besar dapat mengganggu efektivitas bank sentral dalammengendalikan tingkat suku bunga pasar uang.Dari sisi penawaran, dampak e-money tergantungsejauh mana e-money tersebut menggantikan peran uang tunai. Pada umumnya, uang tunaimerupakan komponen liabilities terbesar dalam neraca bank sentral. Jika substitusi e-money terhadapuang tunai cukup besar maka neraca bank sentral juga akan jauh berkurang. Permasalahannya adalahsampai seberapa besar pengurangan tersebut mulai memberikan dampak yang berlawanan terhadapimplementasi kebijakan moneter.


2. Pendapatan Seigniorage

Sehubungan dengan kewenangannya dalam pencetakan dan penerbitan uang kartal, bank sentralmemperoleh pendapatan yang dikenal sebagai pendapatan seigniorage. Besarnya pendapatan inisangat bervariasi di berbagai bank sentral. Penggunaan e-money yang cukup luas dapatmengakibatkan berkurangnya jumlah uang yang harus dicetak oleh bank sentral yang berartimengurangi pendapatan seigniorage-nya. Oleh karena itu, berkurangnya seigniorage akibatpemakaian e- money yang cukup luas merupakan salah satu perhatian bank sentral. Dalam hal iniapakah pengurangan yang cukup besar tersebut akan mengganggu biaya operasional bank sentral,sehingga bank sentral harus memikirkan sumber pendapatan lain untuk menutupi biayaoperasionalnya.

3. Lembaga Penerbit

Kebijakan mengenai lembaga yang dapat menerbitkan e-money dapat dilihat dari pilihan apakahhanya bank, lembaga keuangan non-bank atau termasuk lembaga non-keuangan. Jika dua lembagaterakhir ini diikutsertakan maka dari sisi pengawasan akan lebih sulit, karena otoritas pengawasanbank sentral umumnya hanya pada bank.

Pengaturan mengenai lembaga penerbit ini umumnya merupakan ‘trade-off bagi setiap negara. Jikapenerbit e-money hanya dibatasi pada bank, maka kerangka pengaturan yang ada saat ini hanyatinggal dikembangkan agar mencakup produk e-money, namun tingkat kompetisi dan inovasinyamenjadi terbatas. Sebaliknya, jika lembaga penerbit e-money diperluas, maka akan terdapat tingkatkompetisi dan manfaat yang lebih besar, namun akan menimbulkan sejumlah permasalahan dalampengaturan. Lebih jauh lagi, jika suatu lembaga penerbit tidak terkena peraturan sebagai mana yangdikenakan kepada bank, maka perlu dipertimbangkan apakah hal ini cukup baik mengingat risikoyang ada..Dan masih banyak lagi informasi tentang e-money yang akan di bahas di kelas nanti.

Sumber : http://www.bi.go.id/NR/rdonlyres/2AE7458F-D2DD-4D42-80DD-D890DE7F7C97/7863/PaperKajianemoney3.pdf

Semoga Bermanfaat !!!


1 komentar:

berikut kami sajikan paper mengenai E-Banking

http://repository.gunadarma.ac.id/bitstream/123456789/1028/1/27209033.pdf