Recent Post

Iklan

Powered By Blogger

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 14 April 2010

Modus Susno ke Singapura Mirip Gayus Tambunan

JAKARTA - Alasan pemeriksaan kesehatan yang dilontarkan Komjen Susno Duadji, tidak bisa begitu saja dipercaya. Wakil Ketua Komisi III DPR Aziz Syamsuddin menduga Susno berniat kabur ke Singapura.

"Saya curiga ada apa di balik ini semua, karena sebelum Susno mau ke Singapura, ketemu dengan siapa? Satgas kan? Pada saat Gayus sebelum ke Singapura, ketemu satgas juga kan? Kita jangan sampai berpikir simple, perginya Susno hanya untuk medical check up. Jadi saya curiga pasti ada sesuatu di balik ini," ungkap Aziz kepada wartawan di DPR, Selasa (13/4/2010).

Aziz juga menyayangkan Susno yang menemui Satgas Antimafia Hukum. Menurut dia, Susno harusnya tak perlu lagi menemui satgas karena dirinya sudah meminta perlindungan hukum dari Komisi III DPR.

"Penangkapan Susno menurut saya biasa saja. Toh itu bukan ditangkap karena malamnya sudah dilepas," sambungya.

Susno ditangkap di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, kemarin sore. Susno yang mengaku akan memeriksakan kondisi kesehatannya ke Singapura, dinilai melanggar kode etik karena tidak mengantongi izin dari Kapolri Jenderal Bambang Hendarso Danuri.

Setelah hampir lima jam diperiksa, Susno pun meninggalkan Mabes Polri.

Penangkapan Susno Bumerang Bagi Polri

JAKARTA - Penangkapan mantan Kabareskrim Komjem Susno Duadji oleh Propram Mabes Polri cukup mengejutkan publik. Pasalnya, Susno saat ini lagi mendapat sorotan lantaran menjadi kunci dari 'Kotak Pandora' yang bisa membongkar semua mafia hukum.

Penangkapan Susno yang kabarnya dilandasi atas pelanggaran disiplin karena tidak melapor pimpinan saat hendak chek up ke Singapura, dalam pandangan pengamat hukum dan polisi, Bambang Widodo Umar, akan menjadi bomerang bagi Polri.

"Kalau tanya alasannya tidak disiplin, tidak izin pimpinan maka penangkapan tersebut justru akan menjadi bomerang karena lemah," paparnya kepada okezone, Senin (12/4/2010).

Terlebih jika dilanjutkan dengan penahanan akan semakin lemah dasarnya, sebab sejauh ini belum ada tuduhan pidana yang dilakukan Susno, hanya pelanggaran disiplin.

Semestinya, kata Bambang, polisi melakukan tindakan yang elegan dan cerdas, karena bagaimana pun Susno adalah anggota Polri bintang tiga. Sebab, persepsi masyarakat masih melihat pangkat, sehingga cara-cara yang dilakukan juga harus terhormat.

"Akan lebih elegan jika kepolisian ingin mencegah Susno ke Singapura berkoordinasi dengan keimigrasian. Bukan dengan cara show force. Susno juga bisa diajak bicara, bukannya memerintahkan bintang dua untuk menangkapnya," papar Bambang.

Sebagai pembanding, Bambang menceritakan pengalamannya yang sempat ditangkap saat hendak keluar negeri dengan tuduhan melakukan makar. "Itu pasalnya berat, meski akhirnya tidak dapat dibuktikan," ungkap dia.

Menurut staf pengajar di PTIK dan UI ini, semestinya Polri melakukan pendekatan dengan mengajak bicara Susno baik-baik, terkait perkembangan kasus yang diungkapnya ke publik.

"Apa susahnya bagi Kapolri untuk memanggil Susno yang masih anak buahnya itu untuk diajak bicara. Ada apa sebenarnya? Bukan melakukan cara-cara yang berlebihan dengan penangkapan. Ditangkap malah jadi bumerang," tegas Bambang.

Seperti diketahui, petang tadi, mantan Kabareskrim Mabes Polri, dijemput secara paksa oleh Propam Mabes Polri. Alasannya, Susno akan melakukan bepergian ke luar negeri tanpa seizin Kapolri Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri.

Susno ditangkap di Terminal 2D Gate D1 Bandara Soekarno-Hatta. Rencananya Susno akan terbang ke Singapura, dengan maksud akan melakukan pemeriksaan atas matanya, usai operasi katarak.(ram)

KELAKUAN BEJAT SEORANG AYAH TERHADAP ANAKNYA

SRAGEN- Nasib malang menimpa bunga (17), warga Plupuh, Sragen, Jawa Tengah. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu diduga diperkosa oleh Mar (45), ayah kandungnya sendiri.

Bahkan, mawar ditengarai sempat hamil tiga bulan sebelum mengalami keguguran. Kisah memilukan itu terjadi ketika bunga asyik nonton TV di ruang tamu. Tanpa rasa curiga, dia membiarkan sang ayah duduk mendekat karena mengira sebatas ikut bersama nonton TV.

Sementara sang istri tidur di dalam kamar bersama anaknya yang masih kecil. Namun tanpa diduga, Mar mendadak membekap anaknya sendiri yang kemudian memperkosanya.

Meski sempat memberontak, sang anak kemudian ketakutan setelah mendapatkan ancaman pelaku. Aksi bejat itu diduga dilakukan berulang kali hingga bunga hamil tiga bulan. Namun belum sempat ketahuan sang istri, pelaku memaksa bunga mengugurkan kandungan dengan cara minum jamu.

Peristiwa itu sendiri terkuak setelah korban yang sudah tidak kuat akhirnya mengadu kepada ibunya. Selanjutnya, kejadian itu kemudian dilaporkan ke polisi. "Karena sangat sensitif dan melibatkan korban di bawah umur. Kasus itu kami limpahkan ke Polres Sragen," ujar Kapolsek Plupuh, AKP Sugiyanto, Minggu (11/4/2010).

Setelah dilakukan pemeriksaan awal, korban kemudian dimintai keterangan bagian PPA Reskrim Polres Sragen.
Inilah salah satu kerusakan moral bangsa kita ini dengan kualitas manusia yang sangat rendah sekali.
(Ary Wahyu Wibowo/Koran SI/ful)

SJ Sebut Susno Penerima Uang Haram?

JAKARTA - Terduga mafia hukum Mabes Polri, SJ alias Syahril Johan, secara mengejutkan menyebutkan sebuah nama petinggi Mabes Polri yang dijanjikan akan menerima aliran dana haram. Nama yang disebut SJ ternyata yang membongkar adanya praktek mafia hukum di Mabes Polri.

Siapakah dia? Tak lain adalah mantan Kabareskrim Komjen Pol Susno Duadji. Lho?

Hal tersebut diakui oleh Pjs Kabidpenum Mabes Polri Kombes Pol Zulkarnaen saat dikonfirmasi oleh wartawan, Rabu (14/4/2010).

Pengakuan itu diperoleh Zulkarnaen dari keterangan penyidik yang melakukan pemeriksaan terhadap SJ. "Iya, yang menyebutkan dirinya sendiri. Tapi kita mengacu pada asas praduga tak bersalah," tuturnya.

Namun berapa uang yang dijanjikan akan diterima Susno, Zulkarnaen belum mengetahuinya. Menurutnya penyidik masih mengembangkan hasil pemeriksaan.

"Yang jelas ada 'janji-janji'. Namun siapa-siapa saja masih dalam proses penyelidikan, dan kita berpegang pada asas praduga tak bersalah," ungkapnya.

"Penyidik juga bekerja keras hingga larut malam meminta keterangan dari SJ agar kasus ini dapat clear dan jelas," kata Zulkarnaen lagi.(hri)

Menegpora Serahkan Jenazah Lukmanul Hakim

JAKARTA - Menteri Negara Pemuda dan Olahraga (Menegpora) Andi Mallarangeng menyerahkan secara resmi jenazah wartawan Republika Lukmanul Hakim kepada keluarga almarhum di Bandara Soekarno-Hatta Terminal Haji, Minggu (13/12/2009).

Kedatangan Andi dari Laos tak hanya mengantarkan almarhum yang meninggal dalam tugas meliput multievent SEA Games (SEAG) 2009. Tapi pria asal Makassar, Sulawesi Selatan, itu mewakili Pemerintah Indonesia memberikan bela sungkawa sedalam-dalamnya.

"Almarhum (Lukman-sapaan Lukmanul) merupakan bagian dari Kontingen Merah Putih yang berjuang di Laos. Kami patut menghormatinya sebagai seorang pejuang, apalagi dia meninggal ketika melaporkan pemberitaan tentang perjuangan Indonesia di Laos," kata Andi kepada wartawan.

Sementara Pemimpin Redaksi Republika Ikhwanul Kiram Mashuri mengatakan, dedikasi almarhum begitu tinggi hingga meninggal saat menjalani tugas di Laos. Pihaknya berencana akan mengenang jasa almarhum melalui penghargaan atas namanya.

"Kami telah berunding dan sepakat untuk memberikan penghargaan kepada wartawan terbaik kami tiap tahunnya. Mereka yang terbaik akan meraih Lukmanul Hakim Award," papar Ikhwanul.

Sayang, belum ada kepastian bagaimana prosesi penguburan sosok almarhum yang dikenal humoris tersebut. Namun, rencananya almarhum akan dibawa keluarganya untuk dikebumikan di Purwokerto, Jawa Tengah. (Edi Yulianto/Koran SI/hmr)

Sudah ditahan masih terima gaji PNS

JAKARTA – Meskipun sudah berstatus sebagai tersangka kasus pencucian uang dan korupsi, ternyata Bahasyim Assifie masih menerima haknya sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS) Kementerian Keuangan.

Gaji pokok tanpa potongan sebagai PNS Kementerian Keuangan untuk bulan ini, ternyata masih mengalir ke rekeningnya.

“Masih terima gaji penuh, belum ada pemotongan. Mungkin ditransfer,” ujar Irjen Kemenkeu Hekinus Manao, saat ditemui wartawan seusai rapim Kemenkeu, Gedung Djuanda, Jakarta, Rabu (14/4/2010).

Seperti diketahui, sebelumnya Bahasyim menjabat sebagai Kepala Kantor Pemeriksaan dan Penyelidikan Pajak Jakarta Tujuh. Namun pada Mei 2008 pindah ke Bappenas sebagai Inspektur Bidang Kinerja Kelembagaan. Lalu, pada 1 April menyatakan mengudurkan diri. Dirinya diduga memiliki dana tidak wajar direkeningnya sekira Rp64 miliar.

Sekadar diketahui, selama di Bappenas, gaji Bahasyim di bawah Rp10 juta. Tapi fakta di lapangan, Bahasyim mempunyai koleksi mobil mewah seperti Alphard, BMW, Mercy, Honda Freed, dan masih banyak lagi. Uniknya, saat mengantor, dirinya hanya menggunakan mobil Kijang Innova berpelat merah.

Tak hanya itu, rumahnya diketahui terletak di Jakasampurna Bekasi Barat, Jalan Cianjur dan Jalan Cicurug Menteng, Jakarta Pusat. Kemudian ada pula tiga rumah lagi yang terletak di Kalibata. Selain itu, dirinya diketahui juga memiliki motor besar Harley Davidson

Sementara itu, terkait status kepegawaian Bahasyim di Kementerian Keuangan usai dirinya mengundurukan diri dari Bappenas, Hekinus menyatakan, sampai saat ini Kemenkeu belum bisa memanggil Bahasyim karena yang bersangkutan saat ini sedang dalam pemeriksaan di Kepolisian.

“Begini deh, nanti Bahasyim kita periksa. Sekarang itu belum bisa dipangil, belum kita lakukan, dia masih dipakai di sana (kepolisian),” tandasnya.(adn)(rhs)

BENTROK SATPOL PP VS WARGA

JAKARTA - Pengacara ahli waris Mbah Priok, Zulhendri Hasan, menyayangkan penertibkan bangunan liar di lingkungan makam keramat Mbah Priok dengan mengerahkan kekuatan yang begitu besar.

"Pengerahan itu yang membuat warga khawatir dan melakukan tindakan preventif dengan cara apa pun. Karena menurut mereka, makan ini keramat dari seorang waliullah," paparnya di lokasi makam, Tangjung Priok, Jakarta Utara, Rabu (14/4/2010).

Saat berupaya melerai bentrokan tersebut, Zulhendri justru mendapat serangan. "Kami ingin masalah ini diselesaikan dengan baik-baik, bukan cara-cara kekerasan," tandasnya. Dia berharap ada mediasi untuk dilakukan negosiasi antara pihak ahli waris Mbah Priok, Satpol PP dan Pemkot DKI Jakarta.

Sekadar diketahui, rencana pembongkaran makam Habib Hasan bin Muhammad al Haddad alias Mbah Priok di Koja, Jakarta Utara, mendapat perlawanan dari ratusan orang. Lantaran tersulut emosi, warga pun terlibat bentrok dengan puluhan personil Satpol PP. Akibatnya, puluhan anggota Satpol PP terluka akibat sabetan senjata tajam. Korban luka juga mulai berjatuhan dari pihak warga.


(Isfari Hikmat/Koran SI/ram)

REF:OKEZONE.COM